Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label > Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label > Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

08 Desember 2016

TIPS AMAN BELANJA ONLINE

Tips aman belanja online :

1. Curigai Pedagang yang Menjual Barang dengan Harga Terlalu Miring (Murah).
2. Curigai Pedagang yang Mendesak Anda untuk Segera Mentransfer Uang.
3. Usahakan Melakukan Transaksi Pembayaran Secara Cash On Delivery (COD).
4. Bertransaksilah Dengan Penjual yang Pernah Bertransaksi dengan Orang yang Anda Kenal.
5. Merupakan Nilai Plus Jika Si Penjual Memiliki Toko Online Atau Website.
6. Amati Berapa Lama Ia Bergabung dalam Forum, Bagaimana Reputasi, Testimonialnya.
7. Manfaatkan Jasa Pihak Ketiga yang Terpercaya.




09 Oktober 2016

DATSUN GO SOLO RAYA (DGSR) #1 ANNIVERSARY

Datsun Go Solo Raya (DGSR), yang berisi para pecinta mobil Datsun di wilayah se-Keresidenan Surakarta (Solo), Minggu (09/10/2016) menggelar perayaan ulang tahun yang pertama. Di usia yang masih muda, komunitas ini ingin menguatkan kekompakan seluruh anggotanya.

Ketua DGSR Tri Joko Heru (Si Jack) mengatakan, meskipun anggota ini hanya sekitar 36 orang, tetapi mereka sudah mempunyai rasa solidaritas dan kekeluargaan yang tinggi. Rasa ini yang akan selalu dipupuk, sehingga keberadaan komunitas ini akan bermanfaat.

DGSR mengundang sejumlah komunitas Datsun di seluruh Indonesia. Ketua DGSR juga mengungkapkan perayaan pertama ini sekaligus untuk mempromosikan Solo kepada para undangan. Sehingga dipilihlah lokasi di Taman Balekambang. “Kalau yang lainnya memilih mal, kami lebih suka ke tempat yang menjadi ikon Kota Solo. Konsepnya pun juga tradisional, mulai dari hiburan hingga makanannya,” katanya kemarin.

Untuk hiburannya, mereka tidak mendatangkan orkes melayu (OM) bernuansa dangdut, tetapi keroncong. DGSR sengaja mengundang grup musik keroncong untuk memeriahkan acara tersebut. Begitu juga makanan yang disajikan. Sehingga para tamu undangan bisa melihat Solo secara keseluruhan mulai dari budaya, tempat, hingga kulinernya.


“Kami juga menyajikan pertunjukan dengan bekerja sama dengan Solo Batik Carnival (SBC) yang tentunya menggunakan kostum kebanggaan. Anak-anak kami juga memperkenalkan Putra Putri Solo dan kesenian daerah,” ungkapnya.


Joko mengaku, sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari perayaan tersebut sehingga hasilnya sangat memuaskan. Para komunitas yang berada di area Jateng-DIY serta Kediri menghadiri perayaan anniversary itu. Sekitar 200-an orang yang hadir atau sekitar 60 mobil yang berasal dari tamu undangan. “Jumlah ini belum termasuk anggota kami yang mencapai 36 mobil. Karena konsepnya family gathering, maka keluarga juga diajak untuk hadir. Sehingga angka tamu undangan yang hadir ya sekitar 200-an orang,” paparnya.


Angka itu, lanjutnya, sudah sangat bagus. Karena selama ini acara anniversary komunitas Datsun yang ada di Jateng-DIY belum ada yang dihadiri oleh peserta yang segitu banyaknya. Di sisi lain, DGSR pun sudah menyiapkan fun game untuk meramaikan acara tersebut. Panitia sudah menyiapkan sejumlah perlombaan di antaranya pecah balon, tarik tambang, dan bakiak.


Disinggung soal evaluasi komunitas selama setahun ini, lelaki yang biasa akrab disapa Si Jack itu mengungkapkan, perlu adanya peningkatan kekompakan di internal DGSR. “Selama ini memang sudah kompak, tapi ke depan harus tetap ditingkatkan. Apalagi, anggota kami ada 36 orang yang berasal dari segala usia,” katanya

Dalam perayaan ulang tahun yang dipusatkan di Taman Bale Kambang Surakarta (Solo), ada beberapa stand penjualan dari pihak sponsor, penampilan Solo Batik Karnival, hiburan music Keroncong, penampilan dari putra-putri anggota komunitas DGSR, juga turut dihadiri bebagai komunitas Datsun dari seluruh Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Panitia DGSR juga memberikan Piagam Penghargaan kepada Komunitas yang hadir juga piala/ hadiah bagi pemenang lomba modifikasi dan lomba fun game.

Acara " DATSUN GO SOLO RAYA (DGSR) #1 ANNIVERSARY " disponsori oleh DATSUN Jebres, Oriflame, Sensasi, Natasha, Lor in Hotel, Teh Gardoe, Martabak Kita, Wonderlands, Red Planet, Blozing, RR Phone, Masterpiece Cell, Toko Pajang Baru, Batik Merak Manis, Solo Sepekan, Masterpiece Kom Sukoharjo.

“Untuk menyolidkan kembali, kami juga mengundang perwakilan dari dealer resmi Datsun Jebres - Solo. Selain supaya mendapat perhatian/ diskon saat membeli unit atau servis rutin di dealer tersebut juga agar kita tambah kompak, hangat dan banyak saudara yang berkumpul,” ungkap Si Jack.

Dia melanjutkan, DGSR ini memang terbilang baru, dibanding dengan komunitas Datsun lainnya. Oleh karenanya pihaknya juga masih membuka kesempatan bagi siapapun pemilik mobil Datsun untuk bergabung dan ikut sharing dalam komunitas ini. “Sebab kami juga sangat terbuka dan ingin sekali menjalin tali silaturahmi/ persaudaraaan,” imbuhnya.

Kontributor : Masterpiece Kom Sukoharjo 



17 Agustus 2016

Malam Tirakatan Bangsan RT.1 RW.1, Jetis, Sukoharjo

Sukoharjo - Selasa, 16 Agustus 2016 para warga dibantu bocah bangsan erte satu (Boberteone) Bangsan RT.1 RW.1, Kalurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan acara malam tirakatan memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Ketua panitia yaitu Bp. Sutarman, S. Pd. dalam sambutanya mengatakan bahwa acara ini rutin diadakan setiap tahun yang bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan dalam mengusir penjajah sampai Merdeka. 

Thariqat atau Tirakat adalah pencarian nilai-nilai kebenaran. Pencarian nilai itulah yang mengilhami adanya malam tirakatan 17 agustus. Mencari nilai tentang spirit atau semangat kenegarawanan, spirit pejuangan yang telah dlakukan para pendahulu untuk membuat kemerdekaan indonesia. Spirit itulah yang harus ada, bukan hanya ketika hari kemerdekaan saja atau ketika malam tirakatan saja. Tetapi harus ada terpatri dalam hati warga indonesia.  

Kegiatan ini juga merupakan penerapan nilai-nilai gotong royong dan kerukunan dari warga karena semua yang dipersiapkan ialah dari, oleh dan untuk warga itu sendiri. Setelah dibuka dengan doa (oleh Bp. Ngatno dan Bp. Sutomo, S. Pdi.) dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (dipimpin oleh Ibu Yovita), acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Sukoharjo Bp. Wardoyo Wijaya dibacakan oleh Bp. Sugiyo dilanjutkan sambutan Ketua RW yaitu Bp. Satiman, beliau memberikan wejangan serta nasihat kepada generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berguna. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penampilan dari boberteone juga penampilan drama dari Ibu-ibu dan anak-anak, seru dech.. Palagi Sound System yang gandem marem yang dioperatori mas Sumaryono tambah joss suasananya, kemudian dilanjutkan pengumuman pemenang lomba-lomba tujuh belasan yang telah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya. Pembagian hadiah diserahkan kepada para pemenang oleh Ketua RT. 1 yaitu bapak Drs. Muslim. Acara demi acara berlangsung begitu meriah, Acara kemudian ditutup jam 22.00 WIB. 

Hal-hal seperti inilah yang sebenarnya menjadi keunggulan bangsa Indonesia yang dahulu memang dikenal dengan gotong royong dan kerukunan serta toleransinya. Akan tetapi sekarang makin tergerus oleh arus teknologi dan juga paham individualisme, sehingga tidak terlalu memperdulikan untuk bersosialisasi dengan tetangga ataupun lingkungan sekitar. Bagaimana dengan anda ?. Apakah anda masih mengikuti tradisi malam tirakatan ini atau justru sebaliknya sekarang anda berada dalam lingkungan yang sangat indiviudalistis ?.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/dannyprasetyo/tradisi-malam-tirakatan-17-agustus_551701858133112d52bc717d

Kegiatan ini merupakan penerapan nilai-nilai gotong royong dan kerukunan dari warga karena semua yang dipersiapkan ialah dari, oleh dan untuk warga itu sendiri. Setelah dibuka dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, maka acara akan dilanjutkan dengan pesan dari para veteran pejuang yang hadir (jika ada) untuk kemudian menceritakan tentang perjuangannya dahulu dan kemudian memberikan wejangan serta nasihat kepada generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berguna. Setelah itu, akan diumumkan pemenang lomba-lomba tujuh belasan yang telah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya dan pembagian hadiah. Acara kemudian ditutup dengan makan malam dan ramah tamah dengan tetangga-tetangga sembari mempererat tali persaudaraan. Hal-hal seperti inilah yang sebenarnya menjadi keunggulan bangsa Indonesia yang dahulu memang dikenal dengan gotong royong dan kerukunan serta toleransinya. Akan tetapi sekarang makin tergerus oleh arus teknologi dan juga paham individualisme, sehingga tidak terlalu memperdulikan untuk bersosialisasi dengan tetangga ataupun lingkungan sekitar. Bagaimana dengan anda ? Apakah anda masih mengikuti tradisi malam tirakatan ini atau justru sebaliknya sekarang anda berada dalam lingkungan yang sangat indiviudalistis ??

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/dannyprasetyo/tradisi-malam-tirakatan-17-agustus_551701858133112d52bc717d
Kegiatan ini merupakan penerapan nilai-nilai gotong royong dan kerukunan dari warga karena semua yang dipersiapkan ialah dari, oleh dan untuk warga itu sendiri. Setelah dibuka dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, maka acara akan dilanjutkan dengan pesan dari para veteran pejuang yang hadir (jika ada) untuk kemudian menceritakan tentang perjuangannya dahulu dan kemudian memberikan wejangan serta nasihat kepada generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berguna. Setelah itu, akan diumumkan pemenang lomba-lomba tujuh belasan yang telah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya dan pembagian hadiah. Acara kemudian ditutup dengan makan malam dan ramah tamah dengan tetangga-tetangga sembari mempererat tali persaudaraan. Hal-hal seperti inilah yang sebenarnya menjadi keunggulan bangsa Indonesia yang dahulu memang dikenal dengan gotong royong dan kerukunan serta toleransinya. Akan tetapi sekarang makin tergerus oleh arus teknologi dan juga paham individualisme, sehingga tidak terlalu memperdulikan untuk bersosialisasi dengan tetangga ataupun lingkungan sekitar. Bagaimana dengan anda ? Apakah anda masih mengikuti tradisi malam tirakatan ini atau justru sebaliknya sekarang anda berada dalam lingkungan yang sangat indiviudalistis ??

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/dannyprasetyo/tradisi-malam-tirakatan-17-agustus_551701858133112d52bc717
Kegiatan ini merupakan penerapan nilai-nilai gotong royong dan kerukunan dari warga karena semua yang dipersiapkan ialah dari, oleh dan untuk warga itu sendiri. Setelah dibuka dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, maka acara akan dilanjutkan dengan pesan dari para veteran pejuang yang hadir (jika ada) untuk kemudian menceritakan tentang perjuangannya dahulu dan kemudian memberikan wejangan serta nasihat kepada generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berguna. Setelah itu, akan diumumkan pemenang lomba-lomba tujuh belasan yang telah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya dan pembagian hadiah. Acara kemudian ditutup dengan makan malam dan ramah tamah dengan tetangga-tetangga sembari mempererat tali persaudaraan. Hal-hal seperti inilah yang sebenarnya menjadi keunggulan bangsa Indonesia yang dahulu memang dikenal dengan gotong royong dan kerukunan serta toleransinya. Akan tetapi sekarang makin tergerus oleh arus teknologi dan juga paham individualisme, sehingga tidak terlalu memperdulikan untuk bersosialisasi dengan tetangga ataupun lingkungan sekitar. Bagaimana dengan anda ? Apakah anda masih mengikuti tradisi malam tirakatan ini atau justru sebaliknya sekarang anda berada dalam lingkungan yang sangat indiviudalistis ??

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/dannyprasetyo/tradisi-malam-tirakatan-17-agustus_551701858133112d52bc717d
Kegiatan ini merupakan penerapan nilai-nilai gotong royong dan kerukunan dari warga karena semua yang dipersiapkan ialah dari, oleh dan untuk warga itu sendiri. Setelah dibuka dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, maka acara akan dilanjutkan dengan pesan dari para veteran pejuang yang hadir (jika ada) untuk kemudian menceritakan tentang perjuangannya dahulu dan kemudian memberikan wejangan serta nasihat kepada generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berguna. Setelah itu, akan diumumkan pemenang lomba-lomba tujuh belasan yang telah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya dan pembagian hadiah. Acara kemudian ditutup dengan makan malam dan ramah tamah dengan tetangga-tetangga sembari mempererat tali persaudaraan. Hal-hal seperti inilah yang sebenarnya menjadi keunggulan bangsa Indonesia yang dahulu memang dikenal dengan gotong royong dan kerukunan serta toleransinya. Akan tetapi sekarang makin tergerus oleh arus teknologi dan juga paham individualisme, sehingga tidak terlalu memperdulikan untuk bersosialisasi dengan tetangga ataupun lingkungan sekitar. Bagaimana dengan anda ? Apakah anda masih mengikuti tradisi malam tirakatan ini atau justru sebaliknya sekarang anda berada dalam lingkungan yang sangat indiviudalistis ??

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/dannyprasetyo/tradisi-malam-tirakatan-17-agustus_551701858133112d52bc717

17 September 2015

TV COMBO GADMEI

TV COMBO GADMEI adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk memfungsikan monitor dari komputer menjadi sebuah televisi jadi ini merupakan alat tambahan supaya monitor computer disamping berfungsi untuk monitor juga dapat pula berfungsi untuk menonton siaran televisi.

TV COMBO GADMEI ini sudah dilengkapi dengan ac adaptor untuk dihubungkan dengan listrik, jack output untuk kespeaker dari komputer, input video untuk dihubungkan dengan DVD player serta dilengkapi juga dengan remote control.

Kelebihan dari TV COMBO GADMEI adalah disamping bentuknya yang compact yaitu dapat digunakan untuk monitor lama (CRT) maupun monitor LCD.

Dipasarkan dengan HARGA Rp.205.000-
— di Masterpiece Computer Sukoharjo.

29 Juli 2008

Pecahkan rekor MURI, 50 titik hotspot akan dipasang

Solo (Espos)--Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) bekerjasama dengan telkom Speedy akan menggelar acara Ngenet bareng untuk mencatat rekor MURI di City Walk, Solo, Rabu (30/7) mendatang.Setidaknya ada sekitar 50 titik hot spot akan dipasang di sekitar city walk. Ketua Apkomindo, Solo, Ir Andoko mengatakan untuk mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) setidaknya akan melibatkan 600 peserta.Saat ini, telah ada 20 titik hot spot di sekitar Jl Slamet Riyadi. Sementara untuk memenuhi kebutuhan peserta dalam mencetak rekor MURI akan ditambah 50 titik di sekitar city walk."Pemasangan titik akan dimulai dari Megaland hingga DKT, sementara ini kami telah menyebar 600 formulir untuk peserta yang ingin ngenet di city walk," jelas Andoko, ketika dijumpai Espos, Sabtu (26/7), di ruang kerjanya.

28 Juli 2008

Solo Cyber City

Blog Solo Cyber City ini ditulis hanya sekedar untuk berbagi informasi, hiburan, tips dan trik seputar dunia informasi teknologi. Dan punya personal blog biar gak dibilang gaptek tur ndeso, Sambil nyantai silahkan mampir dan baca-baca isinya… Nuwun
Telepon: 081888880000
Alamat: Surakarta
Kota: Solo
Leave a Reply